web analytics

Read: Press Release Time to Move, Time to Act

Yayasan Adaro Bangun Negeri & The Bekantan Twins Project

The Bekantan Twins Project

Lestarikan Satwa Langka dari Kepunahan

 

Jakarta, 16 Juni 2016 – Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan yang kini terancam keberadaannya, dimana pada tahun 2008 hanya tersisa sekitar 25.000 ekor di habitat asalnya. Berawal dari keprihatinan terhadap hal tersebut, sejak tahun 2013 lalu Gabriella Thohir dan Giovanna Thohirmeluncurkan The Bekantan Twins Project yang merupakan aksi nyata untuk menyelamatkan Bekantan.Dan hari ini (16/6) di Jakarta, mereka kembali mengorganisir penggalangan dana yang kedua untuk pembangunan fasilitas konservasi Bekantan di Pulau Bakut.

 

Gabriella Thohir, salah satu inisiator The Bekantan Twins Project, menyampaikan “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyelamatkan Bekantan dari kepunahan, namun juga untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dari masyarakat dalam pelestarian primata”.

 

Giovanna Thohir menambahkan “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap akan banyak bermunculan kegiatan sejenis lainnya dalam rangka penyelamatan primata dari kepunahan. Hal ini merupakan tugas kita sebagai anak Indonesia untuk mencintai dan menjaga alam Indonesia, flora dan fauna seisinya.”

 

Ketertarikan si kembar Gabby dan Gheaakan Bekantan, yang memiliki ciri khas berbulu kuning keemasan serta memiliki hidung yang besar, dimulai ketika melakukan observasi langsung di habitat asli Bekantan di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan pada tahun 2013 yang lalu, untuk membuat proyek sekolah mengenai konservasi Bekantan saat mereka masih berstatus sebagai siswi SMA Global Jaya Internasional.  Observasi ini difasilitasi oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) dan PT. Adaro Indonesia yang telah memiliki projectkonservasi Bekantan di wilayah pertambangannya di Kalimantan Selatan.

 

Okty Damayanti, Direktur Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) menjelaskan, “Dalam mendukung serta mendampingi Gabby dan Ghea merealisasikan proyek tersebut, kami menemukan banyak pencapaian yang luar biasa untuk anak seusia mereka. Dimana proyek sekolah tersebut terus berkembang dan berevolusi menjadi sebuah gerakan. Keseriusan mereka dalam hal ini diwujudkan dengan menggalang dana yang terbilang fantastis, yakni sebesar Rp. 100.000.000 atau setara dengan USD 8.020 yang dialokasikan untuk konservasi bekantandalam bentuk kegiatan penanaman pohon yang merupakan makanan bekantan di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan. Sehingga proyek ini berhasil memenangkan penghargaan lingkungan di tingkat nasional dan 2 penghargaan internasional.”

 

Tidak hanya berhenti disitu.Untuk mewujudkan The Bekantan twins Project, Gabby dan Ghea, yang kini menjadi mahasiswi University of California (UCLA) dan University of Southern California (USC), membuat tiga strategi inovatif yang berkelanjutan untuk pengembangan project ini, antara lain menciptakan kesadaran untuk meningkatan perhatian publik terhadap pelestarian Bekantan, mereka telah melaksanakan ‘Activation Day’ di Kota Kasablanka pada 15 Juni 2014 dan berhasil menarik perhatian publik serta mengumpulkan dana sebesar Rp 100.000.000 atau setara USD 8.020. Strategi kedua adalah kerjasama dengan lembaga atau instansi terkait seperti Sahabat Bekantan Indonesia dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk merealisasikan aksi nyata dalam penyelamatan Bekantan dengan menanam 500  pohon   di  Pulau Bakut sebagai   tempat   tinggal  Bekantan.  Terakhir,   yaitu   kolaborasi pengembangan, Gabby dan Ghea mendorong lembaga atau instansi terkait untuk mengambil bagian dan berkontribusi langsung dalam pembuatan konservasi Bekantan di Pulau Bakut.

 

Berbagai strategi yang dibuat oleh pasangan kembar tersebut tidak berjalan sia-sia, project tersebut mendapat banyak apresiasi serta dukungan dari berbagai pihak. Dukungan mengalir dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Sahabat Bekantan Indonesia. Selain itu, kegiatan ini didukung penuh oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) – yayasan yang dibentuk PT Adaro Energy Tbk untuk melaksanakan kegiatan CSR Adaro Group yang berkelanjutan. Saat ini, Gabby dan Ghea tetap berkomitmen terhadap pelestarian Bekantan tanpa melupakan kewajiban mereka untuk terus belajar.

 

Dalam waktu dekat, Gabby dan Ghea mempunyai harapan besar untuk bisa mengorganisir penggalangan dana yang kedua untuk pembangunan fasilitas konservasi Bekantan di Pulau Bakut. Gabby dan Ghea juga menyampaikan, “Kami berharap dapat mendukung rencana BKSDA untuk menjadikan Pulau Bakut sebagai konservasi bekantan yang memiliki fasilitas untuk renovasi rumah rehabilitasi, dan titian jalan sebagai akses untuk melakukan observasi bekantan, serta pembangunan darmaga untuk merapatnya perahu masyarakat (kelotok)”. Dalam jangka panjang, Pulau Bakut sangat berpotensi menjadi area pusat ekowisata. Dampak positif yang diharapkan adalah terjaganya kelestarian bekantan serta mampu meningkatkan perekonomian penduduk setempat.Dengan dukungan dan kepercayaan dari lembaga terkait yang berani melakukan perubahan, kami percaya The Bekantan Twins Project dapat berkembang menjadi lebih besar.

 

Berbagai pencapaian The Bekantan Twins Project tersebut mendapat apresiasi dari media internasional terutama ketika mereka memenangkan 2 penghargaan internasional: ASEAN Champions of Biodiversity Award 2014 and Global CSR Award 2015. Tidak hanya itu, mereka juga memenangkan penghargaan lingkungan di tingkat nasional yakni Indonesia Biodiversitas Awards pada tanggal 20 September 2014. Hal ini membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari siapapun tanpa memandang usia, apalagi generasi muda khususnya merupakan agent of change yang menentukan kehidupan kedepannya. Semoga akan ada Gabby dan Ghea lainnya yang akan peduli dengan lingkungan sekitar dan mau bergerak untuk berubah ke arah yang lebih baik.

 

 

 

————————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =

Categories