web analytics

Read: Article by Smart Radio Talk

Save Bekantan

By smartfm jakarta 18 Maret 2014

Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Ia merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis. Bekantan merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini bekantan masuk dalam kategori hewan terancam punah. Hal itu berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya,

Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaputnya. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.

Adalah Ghea Thohir dan Gabby Thohir, pelajar kelas 2 SMA Global Jaya International School, yang mempunyai proyek untuk meneliti keberadaan monyet bekantan. Langkah mereka mendapat dukungan dari Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN), dan masuk dalam salah satu program CSR PT Adaro.. Okty Damayanti, dari PT Adaro, mengatakan, ada 5 pilar dalam CSR PT Adaro, yang salah satunya adalah tentang lingkungan. Dalam hal ini bagaimana perusahaan bisa beroperasi dan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Banyak yang sudah dilakukan, misalnya bagaimana memanfaatkan air tambang sehingga bisa dikonsumsi.

Hal lain yang dilakukan adalah memberi pendidikan kepada masyarakat sekitar untuk mencintai lingkungan termasuk satwa. Dengan program “sekolah adiwiyata” dilakukan edukasi kepada pelahar untuk mencintai lingkungan sekitarnya. Ketika mendapati Ghea dan Gabby mempunyai program tentang monyet bekantan, maka pihaknya terpanggil untuk mendampingi mereka. “Senang sekali melihat masih ada anak muda yang peduli dengan satwa yang mulai punah”, ujar Okty.

Okty menambahkan, untuk mengatasi masalah lingkungan harus dilakukan secara sistemik dan strategis. Pihaknya yakin, perubahan bisa dimulai ketika kita menyentuh generasi muda. Kita ingin ada perubahan prilaku terhadap lingkungan melalui sekolah. Untuk itu, YABN juga masuk ke sekolah-sekolah di daerah operasi, dalam rangka memberkan edukasi dan menanamkan rasa cintai kepada lingkungan termasuk satwa yang ada di sekitar mereka. (am)

…..(read from original)…..

A big thank you our friends at Smart Radio for publishing this article!
Thank you for the support and hope to see you soon!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × two =

Categories